You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
PNS yang Memanipulasi Laporan Qlue akan Disanksi
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

PNS yang Memanipulasi Laporan Qlue akan Disanksi

Asisten Setda DKI Bidang Pemerintahan, Bambang Sugiono meminta para pegawai negeri sipil (PNS) tidak melakukan manipulasi pelaporan Qlue. Jika memang ada yang melakukan manipulasi tersebut akan diberikan sejumlah sanksi.

Kalau memang sudah daerahnya bagus, terus tidak ada laporan Qlue itu kan prestasi seharusnya. Kalau lapor sendiri dan kerjakan sendiri itu niatnya nipu

"Kalau memang sudah daerahnya bagus, terus tidak ada laporan Qlue itu kan prestasi seharusnya. Kalau lapor sendiri dan kerjakan sendiri itu niatnya nipu," ujarnya, Selasa (12/7).

Sanksi akan diberikan kepada pegawai oleh badan kepegawaian daerah (BKD) DKI. Untuk jenis hukuman apakah diberikan sanksi disiplin atau sanksi ringan nanti tergantung kepada hasil pemeriksaannya.

Basuki Temukan Lurah Manipulasi Laporan Qlue

"Lurah itu sebagai estate manager, harus tahu benar soal wilayahnya. Yang salah itu jikalau ada laporan dibiarkan menumpuk tidak dikerjakan. Kalau tidak ada, ngapain harus seolah-olah dibuat ada," tandasnya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan masih menemukan oknum pegawai yang memainkan laporan Qlue.

Modusnya mereka melaporkan sendiri permasalahan yang terjadi kemudian dikerjakan agar mendapatkan poin.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1779 personNurito
  2. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1358 personDessy Suciati
  3. Rano Ajak Perkupi Jadi Mitra Strategis Pemprov Jaga Jakarta

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1025 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1024 personDessy Suciati
  5. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye935 personAnita Karyati